02/11/19

PULANG PADA PALUNG MATAMU

Kudapati pagi menyembunyikan diri,
dibawah naungan rangka rangkai jarak diawal hari

Menghitung kilau awan,
Mengeja butir pasir,
Menyulam desir angin,
Hingga merakit kembali segala ingin,

Lalu,
Kutemukan petang berlalu-lalang,

Bingung yang tampak disekujur ruang,
Kembali berputar mengitari kepala,
Mengorbit pada batas garis maya,
Lalu mendarat sebagai hujan yang tertahan disekitar mata.

Detik pertama selalu mampu menyekat ruang pernafasan,
Menggurui jantung agar berdetak tak karuan, dengan jarak yang aliri pembuluh sebagai sebuah hambatan.

Kemudian, kujumpai malam tengah berbaring diatas ranjang,
Mengeluhkan purnama lain yang hilang
Dengan matamu sebagai tempat ternyaman gemintang bersarang.

Hingga keesokan hari, semua hilang tak kutemui kembali,
Rombongan awan, 
Ombak lautan,
Bahkan terik yang memburu,
Segalanya sepakat untuk bersemayam pada matamu.
Sedalam itu.

- Serdadu Pejuang Rasa, Batam 2 november 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar