Kembali menuju sekumpulan senja yang berjatuhan,
Dari atas puncak seluruh ingatan,
Kudapati kau, berbisik pada hujan,
Mengarahkan ujung jemari, ke tempat terbitnya kemarau berkepanjangan,
Sebelum akhirnya menghilang, diantara semua kebisingan.
Kembali menuju kumpulan bunga bermekaran,
Dari balik batang pinus,
Kudapati kau, menjelma kupu-kupu
Kepak tersejuk diantara badai yang bersemi merdu,
Peretas musim terhebat pada arus angin yang tak menentu
Sebelum akhirnya menghilang, tertiup deru diambang waktu,
Dan, kembali pada seluruh awal mula,
Diantara celah tanah,
Kudapati kau memijaki bumi,
Penguasa seluruh kemarau,
Menjadikannya sejuk rintik ditengah badai
Menjelma titik terakhir dari proses kreasi penuh kuasa Sang Maha,
Dengan yakin, bahwa surga telah Tuhan turunkan disana.
Napasmu adalah ayat-ayat yang diberkahi,
Rautmu, serupa cetak biru paras bidadari,
Tuturmu, selayak-layaknya kitab yang dituliskan kembali,
Untukku baca berulang kali,
sebagai hamba paling sunyi dari jasad yang dihidupkan sekali lagi.
- Serdadu Pejuang Rasa, Batam 29 Oktober 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar