Menyibak tirai malam diantara riuh denting
gelas.
Mengamati kursi-kursi untuk dinaikan, dan
beberapa lampu yang sengaja dipadamkan sebagai penegas.
Bahwa ada rindu yang perlahan meranggas
Lalu merupa kristalisasi udara,
terhirup,
kemudian mengarus diantara selaput halus,
dalam celah peparu yang berongga.
Tertahan dan berotasi disana,
Berputar perlahan, lalu mengikis permukaan
yang terbuka,
Lalu , meregang tanya, tentang
Lalu , meregang tanya, tentang
Akankah aku menemukanmu kembali pada
rentetan malam-malamku yang samar ? Ataukah kau hanya singgah sebagai bintang
pertama dengan pendar yang tak wajar ?
Disanalah ia bertunas,
Diantara rimbunan kabar yang terbias, dan
rasa penasaran yang tak tuntas.
Tumbuh dengan cepat, menancap dengan kuat,
Mencibir setiap oksigen, dengan nama yang
terselip, diberat molekulnya sebagai pengikat.
Kusibak kembali tirai malam diantara riuh
denting gelas.
Bersanding dengan secangkir kopi, dan rindu
yang begitu ranum.
Menjalar sejak detak pertama,
Hingga ingatan disudut mata,
Tentang cambukan rindu yang berirama
Tentang tepisan candu diruang hampa
Tentang sosokmu yang bersembunyi dicelah
aksara,
Dan tentang harapku yang tertidur lelap
didalam pusara.
- Serdadu Pejuang Rasa, Bandung 2 September
2019.
siklus : putaran waktu yang didalamnya
terdapat rangkaian berulang
angiopati : gangguan komplikasi yang menyerang pembuluh darah
angiopati : gangguan komplikasi yang menyerang pembuluh darah
“ pernahkah kau merasa sesak saat
merindukan seseorang ?
diawali dengan rasa terbakar diantara rongga dada, kemudian menjalar ke sekujur raga,
seperti itulah rindu, yang berulangkali ditepis rindu.
akan tetap seperti itu, berulang dalam sebuah siklus “
diawali dengan rasa terbakar diantara rongga dada, kemudian menjalar ke sekujur raga,
seperti itulah rindu, yang berulangkali ditepis rindu.
akan tetap seperti itu, berulang dalam sebuah siklus “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar