20/10/19

PLATINA

Diantara luas Kalahari, hingga teriknya Sahara.
Telah jatuh setetes cahaya untuk mengajari dunia.
Lembut menawan mata
Tertuang penuh dalam kemilau sebuah cawan nan bijaksana

menyuburkan,
menyejukan,
Paling manis dibanding seluruh nektar yang Tuhan ciptakan.

Pada detik yang sama,
Gema tawa pertama memenuhi lintas kejora Santorini hingga Athena.
Penyejuk ditiap telinga
Peretas rangkai kata yang terbalut metafora.

Hadir sebagai kompas diawal hari
Jejakmu membuka pintu gerbang imaji
Menjadi setapak terakhir pada proses abreaksi, dengan landai disetiap sisi

Terbentur euforia yang menjemukan
Langkahmu turun perlahan
Menyusuri ruang-ruang konsonan
Memetik buah-buah percakapan, pada rimbunnya tatap-tatap saat sapa saling tertitip.

Kau, wanita bergaun emas
Untukmu kupalingkan kedip-kedip penuh cemas, dengan mustahil menyuguhkan luka sebagai sambut meriah suatu jumpa.
Darimu, semua indah terpampang nyata
Padamu, ketenangan akan selalu bermuara

- Serdadu Pejuang Rasa, Batam, 18 Oktober 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar