Pernahkah, langit malam menghujam jantungmu dikeramaian sepi ?
Memutus aliran darah pada batang tubuh arteri,
Menghambat laju detak,
Membius seluruh gertak,
pada perangai intuisi yang perlahan rusak.
Pernahkah, matamu dibutakan redup purnama tak berjarak ?
Mengunci tepat semua derai dibalik kelopak,
Menghapus rentang yang tak utuh,
Dengan seketika yang kemudian runtuh.
Rintik yang turun dipaksakan,
Mengalir deras, kemudian meluap dilapangnya permukaan.
Kabar pun datang menggeledah,
Menyisir tepian batas keadaan yang begitu membuncah,
Menyiasati maaf atas segala upaya, ditiap manik alveolus yang terpecah.
Aku pernah,
Mematenkan sosokmu sebagai yang terindah,
Untuk kemudian kau anggap segala tentangku hanyalah tempat singgah,
Terburu-buru berpindah,
Bahkan sebelum terlontar ucap,
Sudah.
- Serdadu Pejuang Rasa, Batam, 10 Oktober 2019
Dilatasi : pemuaian suatu ruang, rongga dan sebagainya
Karotis : Arteri yang menyalurkan darah ke leher dan kepala
" Dikala tarikan napasmu pergi,
Kau berhasil membuat sepasang peparu terkhianati, menghentikan setiap laju darah di pembuluh arteri, hingga detak yang di paksa untuk berhenti. Setidaknya,
Kau tahu, itulah alasan utamaku untuk mati "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar