Dan pada akhirnya, waktu hadir kembali dengan kilauan lampu taman.
Fenomena paling dinanti, selepas pesta pora sebuah perjamuan.
Antara baris tanya sebuah rindu, dan untai langkah yang sukar bertemu.
Meluruh seketika.
memadat tiba-tiba.
Kemudian, dia berputar kembali,
Merangkum berbagai fenomena untuk kesekian kali,
Dengan pendar keemasan yang mengiringi,
Selalu pada poros yang sama,
Tetap memusat pada lengkung pertama
Kali ini dia enggan bersembunyi
Kali ini dia ingin dimaknai
Sebagai sebuah ucap yang meringkas jutaan arti
Sebagai sebuah jumpa dengan debar yang mengawali
Rindu semakin berpendar, walau temu terhadang sukar
Tatap-tatap kian berpencar, berselang do'a yang sporadis tersebar
Rindu selalu membuat detik dan detak terikat,
Maka, mari sejenak kita persingkat,
Tak perlu sebuah tanya perihal siapa yang paling sering terlibat
Karena, sejak detik pertama,
Akulah yang sebenarnya telah terpikat.
- Serdadu Pejuang Rasa, Batam 1 Oktober 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar