Pada hiruk pikuk aroma kopi yang menyapa,
Kutemukan dirimu melayang diantaranya
Melarut sempurna pada bilah - bilah meja,
Hingga purnama terekstraksi sempurna
Sesekali pahit terdampar diantara papila,
bertamu di pangkal kerongkongan,
Lalu bersemayam pada ladang perasaan
Mungkin seperti ini cara kerja dari
pencernaan,
Menelan yang ada di ingatan,
berakhir menjadi debar yang
mengkhawatirkan
Serupa proses katalisasi ,
dengan rindu sebagai molekul yang berotasi
tanpa henti,
Kemudian merupa cemas yang diterima inti
hati.
Tak jarang,
kopi mampu membuat jemari bergetar,
Tetiba
bekerja sama dengan alam bawah sadar,
Menerjemahkan kilat-kilat yang teringat,
menjadi pesan singkat tentang suatu kabar.
Mungkin seperti ini proses merindukan,
Tertampung pada batang tenggorokan, lalu
menyekat seluruh pernafasan.
Mengikat saraf sensoris, dengan sosokmu
sebagai gelisah paling manis.
- Serdadu Pejuang Rasa, Batam, 26 Oktober
2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar