30/03/19

AKLIMATISASI DISTROFIK

Ada isak yang terselimuti tawa dengan sempurna,
Ada kecewa yang terbalut indah dalam diamnya,
Ada manja, yang terselip diantara singkat pesan nya,
Ada khawatir, yang tersulam sempurna dibalik celah celah barisan celotehnya.

Ranum diatas belantara rasa,
Seindah merah nya,
serapuh mahkotanya
Kau, menjelma setangkai mawar,
ditengah tandusnya tanah yang hangus terbakar
Tempat harap terkapar
Bejana bagi renjana yang hilang binar.

Lemah,
Rapuh,
Tak berdaya,
Mudah melebur dalam tipudaya
Kata mereka,
yang hanya mampu menerka,
Kata mereka
yang hanya melihatmu bagai fatamorgana,
Terhapus jarak,
tergerus waktu yang mengoyak.

Tertawa pada takdir yang mempermainkan,
tangismu menyuburkan ilalang tandus diseluruh batas pelataran hingga akarnya menancap kuat,
meretas kepedihan.

Untukmu
wanita,
Pupuskan segala kerisauan
Hanguskan semua kekecewaan,
Larutkan kehampaan dengan tawamu yang elegan

Kaulah berlian,
Pendar keindahan, pada proyeksi nyata sebuah penciptaan
Bagai pualam, kau mampu merecah bait bait kelam yang menghujam, tak terbantahkan

Kau
Tangguh,
Kukuh,
Itulah dirimu,

Dibalik keanggunanmu,
Kau, adalah ciptaan yang disempurnakan waktu,
Mekar sempurna diantara rimbun cemara yang layu,
Merekah penuh kuasa, pada pesona konstruksi semesta yang perlahan semu

Ranum diatas belantara rasa,
Seindah merah nya,
serapuh mahkotanya
Kau, menjelma sekali lagi menjadi setangkai mawar, ditengah tandusnya dataran rendah tanpa kata indah,
Namun,
Kini,
Kaulah pesona keindahan yang telah ditemukan.

Mekarlah,
Ranumlah,
Tersenyumlah,
Tetaplah menjadi mawar yang tumbuh indah disetiap celah

Mahkotamu,
Tak layak tersipu layu.

AKLIMATISASI : penyesuaian diri dengan iklim, lingkungan baru
DISTROFIK : danau dengan kandungan asam tinggi, dan gizi rendah


-SerdaduPejuangRasa, Bandung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar