11/04/19

KOROSIF OBSESIF

Ada sesak yang terbenam sempurna, saat langkah kita beradu dibawah naungan purnama.
Saat isakmu pecah, dengan rona kesedihan yang menyeruak kesetiap sudut diorama,
Memamerkan duka pada sebuah cambukan pertanyaan yang sulit kuterka
Perihal kelayakan rasa untuk disimpan dalam hati aku kira.

Rintikmu jatuh tepat diatas meja,
Membaur diudara, dengan aroma kesedihan yang merajalela.
Membungkam setiap pasang mata,
Menggores seluruh permukaan adventisia, yang meneriakan duka dalam gemuruh, disekujur pembuluh vena dengan suara khas mu, yang menjadi sumber frekuensi untuk direngkuh tiap pasang telinga.
Terselip kecewa pada tiap isakmu yang mengangkasa,
Terbelit riuhnya pergumulan asmara, dengan penjabaran cinta, dan rencana pada rasa yang kau jatuhkan tanpa sengaja.

Jemarimu memeluk erat secangkir kopi yang dinginnya mulai menyusupi pori-pori,
Terbasuh perih,
kau menunduk lirih,
dengan rangkaian tangis yang medidih,
meletup,
memuncak hingga akhirnya meledak
dengan raut wajahmu yang memamerkan luka koyak, dan jantungmu yang mulai kehilangan detak.
Hingga,
Perlahan,
Langit tertidur ditengah nyanyian tangismu yang mempesona,
Perlahan,
Lenganku terlena untuk menyambut badai dipelupuk matamu dengan secarik tisu yang tersuguh diatas meja.
Perlahan,
Hujan itu reda,
Selepas menghilang Purnama,
Lalu terbit lengkung bibirmu di ufuk luka,
Semerbak wanginya,
Menyebar keharumannya,
menutupi tumpahan kecewa yang terekstraksi air mata.

Berjam-jam aku menikmati tangisan kecilmu,
Entahlah,
ku anggap hal itu begitu syahdu, hingga kau lontarkan beberapa bait jeritan hati yang lesu,
"Untuknya, rasa telah kutambatkan,
Untukmu, maaf akan kusampaikan"
Katamu, sebelum langkah itu berlalu.
Tersapu detik yang terus melaju.

Tak masalah,
tak pernah kujadikan perkara,
Berjanjilah, untuk bersikap seperti biasa, saat kita duduk bertiga dalam satu meja.
Pulanglah,
penatmu telah musnah,
kecewamu telah tumpah, membilas tanah yang kini telah basah
Sudah !!
temani saja sahabatku itu hingga kalian duduk bersanding sebagai pasangan bahagia
hingga rumah kalian disambangi oleh hangatnya cinta sebuah keluarga,
hingga kalian menua, dan terkenang sebagai sebuah kisah asmara yang merangkum suka cita.

Lalu, sosok wanitaku undur diri,
dengan sisa bongkahan air mata yang masih kutelusuri.
Suara itu masih kunikmati sesekali,
senyum itu akan selalu kuputar dalam rekaman memori,
karena,
aku tak tahu, kapan dia akan dilukai kembali,
dan menyambangiku lagi.

Untukmu,
Habiskan sisa bahagiamu dengannya,
nikmati hari indahmu bersama secangkir suka cita,
dan rayakan kehadiran malaikat kecilmu dengan seluruh kemewahan semesta.

Bila nanti kesedihan bertamu kembali,
jangan sungkan,
Kedua telingaku akan tetap tersedia menyambut kisahmu,
karena kepedihan, dan luka sayat, adalah bagian yang harus kau habiskan denganku,
seperti secangkir kopi ini,
sisakan ampasnya untuku,
karena kau,
adalah luka teranggun yang disempurnakan waktu.

- Serdadu Pejuang Rasa, Bandung, 8 April 2019-

1 komentar:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    BalasHapus