Menyusuri liku, luka dipelataran pagi,
Menikmati bising sang duka pada peraduan sunyi,
Meretas penghakiman pada sang janji,
Tanpa satu jeruji yang menyekat hati, kecemasan, mulai beranjak pergi
Langkah merajut setapak yang patah,
Merekatkan fikrah dipenghujung kukuh
Membasuh noda yang telah rapuh,
Merengkuh hati yang tak pernah utuh
Enggan berjalan, waktu berlari
Saat, itulah, kuputuskan ,
Untuk datang kembali.
berdamai dengan penyesalan,
Berkawan dengan seluruh kehilangan,
Ku timang rasa yang telah di acuhkan
Ku rawat harap yang telah di tinggalkan,
Yang terhimpit kekecewaan, yang terhujani bulir kebohongan, yang tersesat dalam
lajur pacu waktu, dan detak detik yang tak menentu
Tatap mata hilang binar, tidak berpendar, menggelapkan alam bawah sadar,
Yang secara sadar, keberadaanmu kini kian memudar,
ku buat seluruh nya hangus terbakar,
Sirna, tanpa bersisa
Hilang, tanpa berselang
Kau yang kurecah dari kata KITA
Kini menjelma ragu yang selalu kuanggap rancu, menjadi titik temu pada sebuah penolakan dan penerimaan atas sebuah rasa yang tertolak. Memelas rindu, hanyalah angkuh dari ketidak jelasan rasa , yang jelas jelas telah ku harapkan pada hati yang tak pernah memberi jawaban dengan jelas
Dan,
Perihal Luka yang selalu ku anggap tak pantas, kini, ku terka semuanya impas, urungku berniat membalas, duka yang telah kau semai, perlahan membias
Tanpa pernah berbekas,
Lantas !!
Ikatan telah terlepas,
Janji telah terlanggar,
Hati retak tak utuh,
Kisah hancur melepuh
Harap bersimpuh lumpuh, lelah akan segala rasa yang nyata, namun tetap tak kasat mata
Kuamati waktu yang berlari dipelupuk netra,
Menjaga yang membawa luka,
Menanti yang menikam mati,
Mengasihi yang mengkhianati
Berharap pada sang senyap !
Memelas pada yang enggan terbalas !
Semuanya !!!
telah ku hempaskan !!
Kedatangan ku kembali,
Untuk menyampaikan doa dibatas tanah diantara sekat semesta,
agar kau,
Selalu berbahagia,
tak mengenal lara,
tersembunyi dari duka,
Hilang dari rundungan luka
Dan, Hidup tenang dalam dekapan asmara
Maka, aku akan melangkah kembali,
Berlari menjauhi imaji yang terdistorsi
Menyusup pada satu katup yang telah kututup
Menenggelamkan diri pada palung luka tersembunyi
Mengarungi belantara kehampaan,
Menyusuri setiap kenang percakapan,
Mendakit setiap detik pertemuan Menegaskan puisi yang sedang ku bacakan,
Bahwa kau,
Sejatinya, telah , aku lupakan.
*re.sir.ku.la.si : hal menyirkulasikan kembali
lu.mi.nans : ukuran intensitas terang cahaya yang berasal dari sumber dalam satu arah : pendar cahaya
lu.mi.nans : ukuran intensitas terang cahaya yang berasal dari sumber dalam satu arah : pendar cahaya
kelinci99
BalasHapusTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino